KUMPULAN PUISI IBU (PUISI UNTUK IBU)

3
puisi ibu
Puisi Ibu ini bisa jadi obat rindu buat Anda yang sedang merasakan kerinduan terhadap sosok seorang ibu. Anda juga bisa menemukan kumpulan puisi tentang Ibu pada artikel Puisi Hari Ibu yang telah saya publikasikan dulu.

Puisi Rindu Bunda

Aku merindui mu,,Ibu,,
Meskipun engkau tidak mengetahui itu,,Ibu,,
Dan aku tidak mengetahui isi hati mu,,Ibu,,
Tapi aku meyakini Bu,,bahwa kita sehati,,

Engkau jauh dari pandangan mata ku,,Ibu,,
Apapun keada’an mu kini Ibu,,
Ananda selalu mendo’akan yang terbaek buat mu,,Ibu,,

Namun Ibu,,
Satu hal yang tidak Ananda mengerti hingga sa’at ini,,
Kenapa dan mengapa Ibunda pergi meninggalkan Ayah dan Ananda,,Ibuu,,???”

Apa kabar mu Bunda,,???”
Kami menyayangi mu,,Bunda,,

Kiky Ahmad Fajri



Puisi Tenggelam Dalam Hitam

kelopak mata ini terbuka…
awalnya aku menangis
manusia di ujung mata mulai tersenyum tipis
manusia pertama yg kulihat
kata mereka aku boleh memanggilnya ibu
ia menimang dengan irama senandung malam
begitu seterusnya…
hingga aku tenggelam dalam hitam
aku hidup dalam tidurku
sepasang mata terus perhatikan raga mungil ini
perlahan wujud itu mengais pipi ini dengan lembut
lalu wujud itu berkata
“ia malaikatmu, dan ini adalah mimpimu”

malam itu aku menangis…
tangisan yang memecah sunyi di belantara sepi
ia terbangun dengan setengah mata terbuka
lalu…
ia menimang dengan irama senandung malam
begitu seterusnya…
hingga aku tenggelam dalam hitam

sampai di ujung umurnya
aku selalu mengucap do’anya
di sepertiga malam tanpa riuhnya
aku mulai belajar bagaimana hidup mengukir kisahnya
begitu sempurna…
aku mulai belajar bagaimana waktu berguguran mengurai cerita cintanya
begitu sempurna…

kata mereka tidak ada yang sempurna
perlahan aku tercekat dalam kata-kata
angin utara yang mendesak
membuatku tak berkutik membuat jejak
aku dihantui putus asa
bagaimana jika aku tak sanggup?
bagaimana jika aku gugup menghadapi hidup?
sampai pada suatu akhir aku tersungkur

sekarang siapa?
siapa yang akan menimangku dengan irama senandung malam hingga aku tenggelam dalam hitam?

disaat ketenangan mulai menghasutku
aku teringat wujud rapuh itu
ya aku ingat…
kata mereka aku memanggilnya ibu

“tak perlu menjadi sempurna, hanya untuk sekedar mengejar mimpi dan asa, jadilah yang terbaik, lalu kejar angan tanpa harus menoleh berbalik”
itu pesan terakhirnya
pesan yang ia bawa dipelukan sang lahad
dan di batu nisan itu namanya dipahat

Karya : Z. Hanif


Puisi Ibuku Yang Kuat

Ibuku yang kuat…
Yang menangis dalam gelap
Berkeluh kesah dalam senyap
Menanggung peluh dan penat
Seorang diri

Ibuku yang kuat…
Terimakasih telah mengajari aku kehidupan
Yang nyata!
Kehidupan yang pelik dan menyakitkan!

Ibuku yang kuat…
Wanita tangguh penuh kelembutan
Mempunyai hati dan juga kekuatan

Sabarlah ibu,
Kita pasti bisa melewati beban ini berdua

Ibuku yang kuat…
Ini aku anakmu
Anak yang kau lahirkan oleh cintamu
Maafkan aku karna aku belum bisa bersikap dewasa!

Ibuku yang kuat…
Bertahanlah! Kau adalah wanita tangguh!
Yang diciptakan Tuhan
untuk melahirkan anak” yang berguna untuk dunia!

Ibuku yang kuat..
Saat kelak aku akan sepertimu
Dan kau sudah tiada
Aku ingin kau melihatku dari atas sana
Bahwa ini anakmu!
Anakmu yang kuat dan tangguh!
Seperti ibuku yang kuat…

puisi ini karya: Rasiva Nadila



Puisi Membuat Bunda Tersenyum

Disetiap garis kerut wajahmu
tersimpan berjuta deritamu
namun kau tetap tabah
menjalani harimu yang memang harus kau jalani…

pernah kulihat,
tetes airmata mengalir dipipimu,
hatiku gundah,
apa gerangan yang membuat dirimu menangis,
ya Allah.. apa salahku ? apa yang telah kuperbuat hingga ia menangis?
akankah karena aku atau ada hal lain yang membuatnya benar-benar sedih hingga harus mengeluarkan airmatanya..
kuhampirinya perlahan,
seiring menetesnya airmata akkupun bertanya,
” bunda, mengapa engkau menangis..?? jangan menangis, tak sanggup aku melihatnya ”

namun ia hanya menjawab,
” tak ada apa-apa sayang, bunda menangis karena bunda sedih, bunda tak bisa membuatmu bahagia, bunda ingin melihatmu bahagia sayang, ingin melihatmu sukses”

Ya Allah,
izinkan aku untuk mewujudkan semua inginnya,
izinkan aku membuatnya tersenyum,
tersenyum di usianya yang semakin renta…

Karya : Alvia Destiara


Puisi Ibuku Pahlawanku

Ibu…
Bagiku kau adalah pahlawanku..
Engkau pahlawan yg berjuang demi anak-anakmu..
Tanpa kenal siang dan malam..
Engkau tetap berjuang ditengah hujan dan terik matahari..

Ibu..
Sebelum ayam berkokok..
Sebelum matahari terbit..
Dan hari masih gelap..
Kau telah bangun dari tidurmu..
Kau bergegas mengayuh sepeda tuamu..
Menuju keramaian..
Disana engkau harus mengemis perhatian mereka..
Nasib dan rezeki ditanganmu…
Memang tak seberapa yg kau peroleh setiap harinya..
Tapi kau tetap menjalaninya dgn sabar..
Dan berharap ada terang yg engkau temui kelak..

Ibu…
Sungguh engkau pahlawanku…
Engkau ibu dan juga ayah buat kami anak2mu..

Terimakasih,ibu..

Puisi ini karya : Lentina Sitohang
E-mail ; lentinaimoet@ymail.com


Puisi Malaikat Tak BerJubah ( Ibu )

Ibu….
Kasih mu yang terjelma di sinar surya yang cerah,di sawah dan daratan, hingga nilai tunai yang kau beri
ucapan syukur dan terimakasih terucap dari bibir polos ku, atas kebaikan yang kau beri

Ibu….
Telah habis dan kering keringat dan air matamu, hingga kulit yang dulu indah kini bagaikan gumpalan benang kusut,wajah yang dulu kencang kini dipenuhi goresan-goresan halus,kasar bat lukisan seorang sastrawan, yang tak ternilai harganya bagi anak yang hina ini

ibu…ibu..ibu…
hilanglah harta fana yang kau cari,ajarkan ku harta duniawi dan surgawi, tuk genggam cita-cita,masa depandan harapan ku, bagaikan aq memeluk bulan, memetik bintang-bintang dilangit, hingga aq mampu merangkul dunia dengan ilmu pengobanan mu

ibu…
engkau bagaikan malaikat tak berjubah kau didik ajar aku dengan kasih mu yg tulus bagaikan bulu domba,suci bagaikan merpati, semurni bilir -bilur_Nya,kau ajar aq ajaran yg bijaksana bahkan kado terindah kau hantar aku kepada Bapa di sorga, lewat doa yg kau sujudkan di bawah altarNya hingga aq berharga dan di pilih menjadi biji matanya dan di angkat menjadi kepala

ibu…
dgn apa ku bala kasih mu,gelar AMKeb harap ku mampu bangkitkan gairah mu yng dlu bagaikan gelombang pasang di laut,yg menghantar mutiara ke tepi pantai,dan bagaikan suara angin di puncak gunung sion yng terdengar ke seluruh penjuru, sehingga seluruh bumi yang berpenghuni menjadi matrai bukti, bahwa malaikat tak berjubah kini ada di pelupuk mata mereka..

Nb”pengorbanan seorang ibu dlam memperjuangkan sekolah anak nya”

Karya : Nellida capah


Puisi Kau Segalanya, Ibu

dalam hidup ini tak ada yang lain,,
hanya ingin bersama mu,,
ibu,,
kau lah segalanya,hidupku,mati ku,,
jika kau tak disisi ku,,
hampa hati ku terasa,,
kau obat dikala ku sakit,,
kau tawa dikala ku sedih,,
kau penyejuk dikala ku haus,,
kau penerang dikala ku dalam kegelapan..
kau penunjuk arah dikala ku tersesat
hanya bersama mu hari ku terasa indah dan berarti,,
jika kau sedih hati ku terasa diiris sembilu,,
maafkan jika anak mu ini berbuat salah,,
asal ibu tahu,,
disaat aku marah pada mu,,
itulah disaat aku cemburu,
cemburu karena ibu cuekin aku,,
disaat aku jutek padamu,,
itulah saat ibu kurang care sama ku,
ibu,,,,
asal ibu tahu,,
aku tak ingin ada orang lain disisi ibu..
aku ingin hanya ada aku disisi ibu,,
mungkin aku egois,,
tpi itu lah aku,,
ANAK MU..

ini karya putri multya,,
add aku ea di UCHI THYANG IBHU
ucidoang73@yahoo.co.id



Puisi Merindu Bunda

Selepas Isya
Semilir angin menerpa
Hadirkan bayangan Bunda
Bersama rindu padanya

Rindu kini menggelora
Seperti ombak samudra
Bergejolak dalam jiwa
Aku merindu Bunda

Ku tatap potretnya berulang kali
Berharap rindu padanya terobati
Menuntaskan semua rasa dihati

Oh Bunda
Kau Insan mulia
Jasamu takkan pernah mampu ku membalasnya

Oh Bunda
Do’akan anakmu
Kala kita terhalang ruang dan waktu

Jakarta Pluit.
25.06.2012

Karya: Ironi Bisu


Puisi Ku Merindukanmu Ibu

ketika ku bayi
ku selalu di sayangi dan dicintai
setiap waktu yang ku lalui
tak lepas dari cinta yang suci

ketika ku mulai beranjak dewasa
tiada lagi cinta tulus yang ku rasa
ku rasa hidupku hampa
tiada lagi sosok yang sering membuatku bangga

kini cinta suci tlah hilang
semua kenangan kini tinggal bayangan
semua keinginan hanya akan menjadi angan
semua harapan tlah terhalang

tuhan kembalikanlah lagi cinta yang tlah pergi
ku ingin ibu ada di sini
menemaniku di saat ku tak dapat bernafas lagi
ibu lah cinta yang slalu ku ingini

ibu kini ku hanya dapat menatapi potretmu saja
kini ku seperti orang gila
menangisi semua yang tlah tiada
dan berharap hanya impian belaka

puisi ini karya : siti khazanah



Puisi IBU – Karya : Raihan Nasir

ku pandangi fhoto wajah mu saat hujan deras menyelimuti rinduku kepada mu….

IBu…
Saat ini aku rindu akan nasehatmu, aku rindu senyuman indah mu…

IBu…
Kau begitu setia mengurusku saat aku masih bayi, jari-jari lembutmu masih terasa sampai saat ini..

IBu..
Anak mu yang disini hanya bisa berdo’a agar engkau slalu di berikan kesehatan dan senyuman..
Amin…
Ya rabb, jagalah dia ibu ku agar slalu dalam lindungan mu..
Amin..

Karya(Raihan Nasir)


Puisi Ibu – Karya : Rani Oktapiani

ibu…
sungguh besar jasa mu..
sungguh mulia tugas mu..

ibu…
di tengah malam yang dingin aku membangunkan mu dengan tangisan ku…

kau selimuti ku dgn cinta mu yang hangat
kau balut aku dgn kasih mu yang tulus

trimakasih ibu…
semoga tuhan slalu menjaga,melindungi mu
AMINN..

Karya : Rani Oktapiani


Puisi Teruntuk Bidadari Yang Setia Menungguku

waktu tak terasa cepat berlalu
bagai daun yang jatuh dimuaim gugur
slalu menanti daun yang jatuh
kini aku telah dewasa
aku mulai tersadar
bahwa tak selamanya aku akan hidup denganmu
bidadari yang mencintaiku
aku ingin pulang, aku ingin peluk bidadariku
yang slalu setia menunggu aku
menunggu dalam kesepian hatinya
wahai bidadariku..
bertahanlah demi anakmu ini
aku akan segera pulang
membawa sebuah kebahagiaan untukmu
bidadari yang setia menunggu kepulanganku
dari negeri orang
aku baru sadar, dalam kesendirianmu…
kau menangis dan berdoa
kepada ILLAH..
TUHAN… jaga serta lindungi anakku
buetlah ia menjadi anak yang berguna dan
yang terpenting jangan buat ia lupa pada malaikat-malaikatnya
ibu.. kau tak pernah mengeluh
akan kepergianku
justru Ia mengucapkan : rajin-rajinlah disana nak
buatlah ibu dan bapak bangga padamu
kami mencintaimu…
aku akan ingat semua kata-kata itu

by : Dyah Retnosari
Share :

Komentar Facebook:

3 Komentar Blog:

Ibu... adalah bidadari nyata yang ada di dunia ini.
Beliau merupakan sumber inspirasi.

Semoga ketulusan Ibu merawat setaip anak nya mendapatkan balasan dari Allos SWT..

Makasih buat puisi 'MERINDU BUNDA' ku yg di Share Admin disini.

By. IRONI BISU